Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ramadhan

Jika ini Ramadhan terakhirku

Jika ini Ramadhan terakhirku, apakah juga Ramadhan terbaikku? . . Ya Rabb anugerah-Mu adalah permulaan Ampunan-Mu adalah kebaikan Siksa-Mu adalah keadilan . Ya Rabb, Wahai yang tidak mengharapkan balasan Wahai yang tidak menyesali pemeberian Wahai yang tidak mau mempermalukan . Ya Rabb, Wahai Pemilik ampunan Wahai Pemilik kebahagiaan Wahai Pemilik kedermawanan . Ya Rabb, Ramadhan Kau istimewakan Kebaikan didalamnya Kau tambahkan Lailatulqadr pun Kau agungkan . Ya Rabb, Ramadhan Kau izinkan menemani kami Ramadhan Kau izinkan menguntungkan kami Ramadhan  Kau izinkan pergi dari kami . Duhai Ramadhan Duhai bulan yang disambut dengan gembira Duhai bulan yang semua harinya istimewa Duhai bulan yang malam-malamnya mulia . Tapi ku isi Ramadhanku dengan doa yang tulus dengan kelalaian yang banyak dengan ibadah yang tak layak dengan melanggar yang disengaja dengan kezaliman yang disengaja dengan kedurhakaan yang disengaja . Padahal Ramadhan datang deng...

Ayo jauhkan diri dari neraka dan dekatkan diri ke surga

Ayo jauhkan diri dari neraka: Perbanyak keinginan yang menjadikan Allah ridho dan hilangkan keinginan yang menyababkan Allah murka dan segera amalkan Paksakan mengeluarkan sedekah dan berbagi kebaikan lainnya. Pelan-pelan kendalikan hati untuk tidak merasa kekurangan/berkurang milik kita bahkan sebaliknya merasa hati semakin lapang Makan minum dan berpakaian serta pergunakanlah kebutuhan dunia secukupnya, jangan berlebihan kendalikan hati, jangan mudah emosi. Seimbangkanlah antara emosi dan logika, subyekteifitas dan obyektifitas cari optimalisasinya untuk kemaslahatan dunia akhirat  Dekatkan diri ke surga: Jika rumah kita mampu untuk menampung orang miskin, tampunglah. Jika tidak, bantulah dengan harta benda. Jika tidak, tunjukkanlah kasih sayang dan perlindungan kita. Jika tidak, jangan membenci dan mengeluhkannya Bersikaplah sopan kepada yang lebih lemah, banyak tersenyum, mengalah dan berkata lembut kepada mereka. Mereka sudah tahu, kita lebih dari  mereka tanpa ...

Protofolio Sedekah

Gambar
Anjuran sedekah merebak dimana-mana. Namun ketahuilah, sedekah tidak boleh asal sedekah. Sedekah itu ada ilmunya. Sungguh rugi bila kita sedekah tapi tak bernilai ibadah. Lantas, kemana sedekah yang tepat agar menjadi lebih manfaat dan mendatangkan pahala berlipat? Sebelum Anda sedekah pastikan terlebih dahulu bahwa kebutuhan keluarga Anda terpenuhi. Sebab, sedekah untuk keluarga dan orang yang menjadi tanggungan itu hukumnya wajib sementara untuk orang lain hukumnya sunnah. Ibnu Atha’illah penulis buku Al-Hikam pernah menyampaikan, “Di antara tanda mengikuti hawa nafsu adalah bersegera melakukan amalan sunnah namun malas menunaikan amalan wajib.” Setelah keluarga dan orang yang menjadi tanggungannya terpenuhi, sedekah akan lebih baik diberikan kepada kerabat terdekat. Rasulullah pernah bersabda, “Bersedekah kepada orang miskin adalah satu sedekah, dan kepada kerabat ada dua (kebaikan); sedekah dan silaturrahim.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Hakim). Sed...

Catatan kuliah Subuh 1434

Gambar
Berikut adalah catatan kuliah Subuh Ramadan 1434H di Masjid Baitul Amin: Puasa wajib untuk orang yang beriman Islam adalah rahmat untuk alam semesta Bulan Ramadan adalah bulan ibadah Menuntut ilmu di setiap waktu bulan Ramadan Shalat jamaah Subuh pahalanya seperti pahala shalat semalam suntuk  Manfaat faedah puasa diampuni seluruh dosanya satu tahun yang lalu Puasa dan Al Quran akan jadi syafaat atau pembela di hari kiamat kelak Keimanan seorang muslim setiap waktunya itu bertambah dan berkurang Amal sedekah di bulan puasa pahalanya 700 kali lipat Pahala ibadah wajib di bulan puasa nilainya 70 kali lipat sedangkan pahala ibadah sunnah seperti pahala ibadah wajib Puasa untuk meningkatkan ketakwaan, tidak hanya dengan lapar dan haus saja 2 hal yang dilupakan di bulan puasa; (1), Dahulukan ibadah wajib baru ibadah sunnah. (2), Doakan saudara dan tetangga, tidak hanya berdoa untuk diri sendiri Diamnya orang yang puasa dihitung tasbih. Sedangkan bau mulut orang yang pua...

Beo & Pak Kyai

Gambar
              Seorang kyai yang memimpin sebuah pesantren besar memiliki seekor burung beo yang telah dilatih mengucapkan kalimat Lailahaillallah . Pak Kyai demikian bangga dan sayang dengan beonya tersebut. Tak lupa, setiap tamu yang berkunjung pasti dipameri kelihaian si beo mengucapkan kalimat tauhid, tak terkecuali para santri. Di suatu siang pak Kyai tersebut terlihat menangis tersedu-sedu melihat beonya mati diterkam seekor kucing. Ternyata, kesedihan beliau berlanjut. Beberapa hari pak Kyai terlihat sayu wajahnya. Beberapa teman dan para santri berusaha menghibur pak kyai dengan menawarkan akan mencari seekor beo terbaik di seluruh negeri. Mendengar hal ini pak Kyai tersenyum dan berkata: "Bukan kematian beo itu yang aku sesali, tetapi si beo itu yang setiap hari lihai mengucapkan kalimat tauhid, ketika ajalnya menjemput si beo ternyata tetap mengeluarkan suara aslinya cyeett....cyeettt. Ya Allah, semoga Allah te...

Antara Sekarang Besok dan Kemarin

Judul diatas terinspirasi dari sebuah timeline akun twitter: apapun yang terjadi besok kita sudah lewati hari ini. Apa artinya? bisa jadi jawaban dari pertanyaan ini adalah, mungkin dalam sehari yang terlewat dalam kehidupan sehari kita, ada beberapa hal yang memang kita rencanakan sebelumnya, ada juga hal-hal yang spontan yang menghampiri kita. Pertama, tentu kita tetap optimis menjalani kehidupan, sebagiannya melakukan beberapa hal yang memang kita rencanakan dalam kehidupan. Kedua, menerima hal-hal spontan yang menghampiri kita. Sesuatu ini bisa memancing emosi atau bahkan bisa merusak hari kita, biasa juga disebut bad day . Bayangkan, tiba-tiba ban motor kita bocor atau kaca depan mobil kita pecah gara-gara dilempar batu orang iseng, sementara kita sangat membutuhkan mobilitas pada saat itu. Hal ini bisa sangat menjengkelkan, atau malah mampu menumbuhkan sikap instropeksi dalam diri kita. Keterkejutan ini mampu menumbuhkan refkesi dari dalam diri kita. Jadi, pilihan ada di tang...

4 Teman

Gambar
Empat teman disini adalah satu: dunia, dua: keluarga, tiga: badan dan empat adalah: amal.  Jika sampai pada waktunya tiga teman akan menemani kita sampai tepian liang lahat dan mengunjungi kita paling banter 5 - 10 menit dalam sekali setahun. Dan teman yang paling setia adalah teman keempat, teman terakhir ini akan menemani kita sampai yaumul qiyama h. Dialah yang akan membela kita, sementara tiga teman yang  lain jika kita bawa ke kehidu pan dunia, mereka akan baik dan bermanfaat, tiga teman yang pertama juga akan mampu me mbela kit a di akhirat. Ketahuilah, du nia, keluarga dan badan akan menjadi saksi. Dengan syarat, mereka akan men jadi pembela kita, hanya dan jika kita layak dibela, pan tas dibela dan wajib dibela. Karena itu kita harus berusaha sungguh-sungguh, jangan sampe tiga teman ini jika sampe waktunya malah membelakangi kita. Istimewanya, tiga teman ini dapat bermertamorfosis menjad i satu teman setia, yakni a mal.

Selamat Idul Fitri - by GusMus

Gambar
Selamat Idul Fitri Oleh: A. Mustofa Bisri Sejak malam Bahkan beberapa malam yang lalu Hari sudah tahu kemenangannya Akan datang Seperti tak sabar Semalan langit bergaung-gaung Melantunkan takbir yang hingar bingar Allahu Akbar! Walillahil hamdu ! Ramadhan seperti malas pergi Seperti ada yang masih mengganjal Belum tuntas diselesaikan Tapi tak sabar lagi Semua sudah dipersiapkan Bagi melepasnya seadanya Hari ini dan mungkin beberapa hari Sesudah hari ini Hari yang bersuka-ria Adakah kau sedang mensyukuri Kemenanganmu atas setan dan nafsu Dibulan puasa, maka o, alangkah gembira Ataukah karena kini Kau terbebas lagi seperti semula Tak ada lagi yang kau sungkani ? Apakah ini kemenanganmu Atau lagi-lagi kemenangan Setan dan nafsu atas dirimu ? Betapapun Allahu Akbar ! Bagaimanapun, waliLlahil hamdu ! Selamat Idul Fitri, mata Maafkanlah aku selama ini Kau hanya kugunakan melihat kilau comberan Selamat Idul fitri telinga maafkanlah ak...

Ramadan 1 kali ketigapuluh tujuh

Gambar
  Alhamdulilah, bertemu Ramadan kembali. Semoga janji memperbaiki diri segera diamalkan tidak hanya 'krenteg'  di dalam hati. Bebeerapa sanak dan kenalan tak bertemu lagi dengan Ramadan 1433H ini. Semua rejeki, jodoh dan ajal benar-benar ketentuan Allah swt.  Ya Allah, perbaikilah diriku di Ramadan tahun ini. Perkenankan aku juga bertamu ke rumah-MU bersama suamiku di tahun ini. Semoga masih bertemu dengan Ramadhan di tahun-tahun berikutnya dalam keadaan tetap iman dan Islam. Amin ya Rabbal Alamin